HUBUNGAN ILMU PENGETAHUAN DAN AGAMA


Pengertian Ilmu
       Ilmu (science) diartikan sebagai pengetahuan yang didapat secara ilmiah, atau bisa di sebutkan bagian dari pengetahuan.  Jadi, makna kata hakekat ilmu dapat diartikan sebagai sesuatu yang mendasari atau yang menjadi dasar dari arti atau makna dari ilmu tersebut. Hakekat Ilmu dapat juga diartikan inti-sari dari ilmu tersebut.
menurut para ahli filsafat ilmu :
  • Menurut The Liang Gie (1996:88), ilmu sebagai pengetahuan, aktivitas, atau metode merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan. Ilmu merupakan rangkaian aktivitas manusia yang dilaksanakan dengan metode tertentu yang akhirnya metodis itu menghasilkan pengetahuan ilmiah.
  • Menurut W. Atmojo (1998:324) ilmu ialah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di bidang (Pengetahuan) itu.
  • Menurut J.S. Badudu (1996:528), ilmu adalah: pertama, diartikan sebagai pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara sistematis; contoh: ilmu agama, pengetahuan tentang agama, ilmu bahasa pengetahuan tentang hal ikhwal bahasa. Kedua, ilmu diartikan sebagai “kepandaian” atau “kesaktian”. 

Pengertian Pengetahuan
    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, pengetahuan berarti segala sesuatu yg diketahui; kepandaian: atau segala sesuatu yg diketahui berkenaan dengan hal (mata pelajaran). Adapun pengetahuan menurut beberapa ahli adalah:
  • Menurut Pudjawidjana , pengetahuan adalah reaksi dari manusia atas rangsangannya oleh alam sekitar melalui persentuhan melalui objek dengan indera dan pengetahuan merupakan hasil yang terjadi setelah orang melakukan penginderaan sebuah objek tertentu.
  • Menurut Ngatimin ,pengetahuan adalah sebagai ingatan atas bahan-bahan yang telah dipelajari dan mungkin ini menyangkut tentang mengikat kembali sekumpulan bahan yang luas dari hal-hal yang terperinci oleh teori, tetapi apa yang diberikan menggunakan ingatan akan keterangan yang sesuai.
  • Menurut Notoatmodjo,pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini setelah orang melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagaian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telingan.
    Dari beberapa pengertian pengetahuan di atas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan merupakan segala sesuatu yang diketahui yang diperoleh dari persentuhan panca indera terhadap objek tertentu. Pengetahuan pada dasarnya merupakan hasil dari proses melihat, mendengar, merasakan, dan berfikir yang menjadi dasar manusia dan bersikap dan bertindak. Partanto Pius dalam kamus bahasa indonesia (2001) pengetahuan dikaitkan dengan segala sesuatu yang diketahui berkaitan dengan proses belajar.

Pengertian Ilmu Pengetahuan
    Ilmu pengetahuan itu ialah hasil usaha pemahaman manusia yang disusun dalam suatu sistem mengenai kenyataan, struktur, pembagian, bagian-bagian dan hokum-hukum tentang hal ikhwal yang diselidikinya (alam, manusia, dan juga agama) sejauh yang dapat dijangkau daya pemikiran manusia yang dibantu pengindraanya, yang kebenaranya diuji secara empiris, riset dan eksperimental.
  • Menurut Endang Saifuddin Anshari (1987), ilmu pengetahuan adalah usaha pemahaman manusia mengenai kegiatan, struktur, pembagian, hukum kebenaran melalui riset. 
  • Menurut The Liang Gie ( 1996) Ilmu pengetahuan adalah rangkaian aktivitas manusia yang dilaksanakan dengan metode tertentu, yang akhirnya aktivitas metodis itu menghasilkan pengetahuan ilmiah.
  • W.Atmojo mengartikan ilmu pengetahuan adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode- metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala- gejala tertentu dibidang pengetahuan itu.

Pengertian Agama
    Secara etimologi kata “agama” berasal dari bahasa sansekerta yang artinya “tradisi”. Selanjutnya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, agama adalah system yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta tata kaidah yang  berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkunganya. 
  • Menurut Emile Durkheim agama adalah  suatub system yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci. 
  • Menurut Sutan Takdir Alisyahbana ,agama adalah suatu system kelakukan dan perhubungan manusia yang pokok pada perhubungan manusia dengan rahasia kekuasaan dan keajaiban yang tiada terhingga luasnya, dan dengan demikian member arti kepada hidupnya dan kepada alam semesta yang mengelilinya.
  • Menurut J.G. Frazer berpendapat bahwa agama adalah penyembah kepada kekuatan yang lebih agung,yang dianggap mengatur dan menguasai jalannya alam semesta.

Hubungan Ilmu Pengetahuan dan Agama
        Ilmu pengetahuan dan agama memberikan kekuatan kepada manusia, ilmu pengetahuan memberikan kepada manusia kekuatan yang terputus, sedangkan agama memberikan kekuatan pada manusia kekuatan yang berkeseimbagan. Al-qur’an bukanlah kitab sains. Tetapi ia memberikan pengetahuan tentang prinsip- prinsip sains, yang mana selalu dikaitkan dengan pengetahuan metafisik dan spiritual. Agama, pada kenyataanya memberikan kehabsahan pada sebuah sains hanya jika ia secara organik berkaitan dengan pengetahuan tentang tuhan dan tentang dunia ruh. Oleh karena itu, sains islam memiliki karakter religius dan spiritual. 
    Menurut seorang ilmuwan muslim yang termasyhur, ibn sina, sebuah sains disebut sains yang sejati jikan ia menghubungkan pengetahuan tentang dunia dengan pengetahuan tentang prinsip ilahi.
Agama (al-qur’an) lebih banyak dapat dihayati, dipahami, diselami, dan dialami. Oleh karena itu lebih banyak berbicara kepada manusia yang berilmu pengetahuan yang luas dan dalam. Agama (al-qur’an) memberi dorongan (motif), pengarahan dan tujuan kepada ilmu pengetahuan.

Persamaan Ilmu Pengetahuan dan Agama
         Perpaduan ilmu pengetahuan dan agama dikonsepkan oleh Al Ghazali sebagai al ma’rifah. Al gazali menjelaskan bahwa jalan menuju ma’rifah sebagai kerinduan rohani untuk mengenal Tuhan dengan hati nurani melalui tingkat-tingkat ilmu pengetahuan. Al ma’rifah menjadi tingkat yang tertinggi di dalam pengetahuan dan kesadaran rohani manusia terhadap Tuhan.

Perbedaan Ilmu Pengetahuan dan Agama
  •  Ilmu pengetahuan mencari kebenaran dengan jalan penyelidikan (riset, research), pengalaman (empiri), dan percobaan (eksperimen) sebagai batu ujian.
  • Manusia mencari dan menemukan kebenaran dengan dan dalam agama dengan jalan mempertanyakan (mencari jawaban tentang) berbagai masalah asasi dari atau kepada kitab suci, kodifikasi firman ilahi untuk manusia

Comments