PENGERTIAN, TUJUAN, RUANG LINGKUP FILSAFAT ILMU

 


A. Pengertian Filsafat Ilmu

John Losee (dalam The Liang Gie: 1999) menyebutkan bahwa :

1.      Filsafat ilmu adalah menjawab bagaiman ailmu harus dilakukan

2.     Filsafat ilmu sebagai dasar suatu patokan tingkat kedua (second order criteriology) dan disiplin tingkat kedua (second order discipline). Disiplin tingkat pertama berupa penjelasan deskripsi yang sifatnya eksplorasi tentang fakta, dan ini merupakan tugas ilmu.

Level

Disiplin

Substansi  Materi

2

Filsafat Ilmu

Analisi prosedur dan logika penjelasan ilmiah

 

1

Ilmu

Penjelasan Fakta

 

0

-

Fakta

 

Lewis White Beck

“Filsafat ilmu membahas dan mengevakuasi metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menemukan dan pentingnya upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan”

Cornelius Benjamin

“cabang pengetahuan filsafati yang merupakan telaah sistematis mengenai ilmu, khususnya metode-metodenya, kondep-konsepnya dan pranggapan-pranggapan, serta letaknya dalam kerangka umum cabang-cabang pengetahuan intelektual”

B. Tujuan Filsafat Ilmu

  1.  Mendalami unsur-unsur pokok ilmu, sehingga secara menyeluruh kita dapat memahami sumber, hakikat dan tujuan ilmu.
  2. Memahami sejarah pertumbuhan, perkembangan dan kemajuan ilmu diberbagai bidang sehingga kita mendapatkan gambaran tentang proses ilmu kontemporer secara historis.
  3. Menjadi pedoman para insan akademis di perguruan tinggi dalam mendalami studi di perguruan tinggi, terutama persoalan yang ilmiah dan yang non ilmiah.

C. Ruang Lingkup Filsafat Ilmu

  • a.       Sifat pengetahuan ilmiah

Terkait dengan epistemology yang secara umum menyelidiki syarat-syarat serta bentuk-bentuk pengetahuan manusia.

  • b.      Cara-cara mengusahakan pengetahuan ilmiah

Erat hubungannya dengan logika dan metodologi, dan lingkup ini sering diidentikan dengan metodologi.  perbedaan metode dan metodologi yaitu: metode adalah ekspresi secara berpikir atau suatu prosedur mengetahui sesuatu, yang memiliki langkah-langkah yang sistematis. Sedangkan metodologi adalah pengkajian dalam mempelajari ilmu.

D. Perbedaan antara Filsafat, Ilmu dan Filsafat Ilmu

Dasar Pembeda

Filsafat

Ilmu

Filsafat Ilmu

Subjek kajian

Tentang keberadaan, apistemologis, metode, moralitas dan estetika.

Fenomena alam yang bersifat antroposentris.

Sejarah konsep, proposisi, metode ilmiah, cara penyimpulan, implikasi ilmu, dan penerapannya.

Dasar penalaran

Refleksi mind. Berangkat dari kegelisahan, keingintahuan menuju perenungan yang kritis, analitik, skeptic, dan akhirnya mencapai kebenaran.

Inquiri mind. Berangkat dari tidak percaya, dilanjutkan penyelidikan secara induksi untuk mencari kebenaran.

Membandingkan konsep-konsep metode ilmiah melalui pemikiran filsafat sehingga menghasilkan perbedaan objek kajian, proporsi, teori sebuah ilmiah.

Hasil

Pengetahuan, ide yang mendasar, menyeluruh sehingga kebenarannya bersifat universal.

Kebenaran (indrawi) . bisa dibuktikan dengan pengalamn indera dan kebenaran yang bersifat pragmatis.

Apakah sebuah ilmu sudah memenuhi persyaratn yang disebut ilmu

Metode

Analitik dan sistensi melalui media perenungan yang koheren dan korespondensis.

Metode kuantitatif dan kualitatif.

Mempertanyakan kebenaran ilmu dengan asumsi pembenaran.

Logika

Lebih menggunakan logika; deduktif-rasional

Lebih mengutamakan logika; induktif-empirik

Paduan logika deduktif, induktif, verifikasi, falsafikasi dan pragmatis.

 

Comments