Dasar Ontologi Keilmuan
Dasar Ontologi Keilmuan
Istilah ontologi
berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari dua kata, yaitu ta onta berarti
―yang berada, dan logi berarti ilmu pengetahuan atau ajaran. Maka ontologi
adalah ilmu pengetahuan atau ajaran tentang keberadaan. Cristian Wolff membagi
metafisika menjadi dua, yaitu metafisika umum dan metafisika khusus. Metafisika
umum dimaksudkan sebagai istilah lain dari ontologi. Bidang pembicaraan teori
hakikat luas sekali, segala yang ada yang mungkin ada, yang boleh juga mencakup
pengetahuan dan nilai (yang dicarinya ialah hakikat pengetahuan dan hakikat
nilai). Nama lain untuk teori hakikat ialah teori tentang keadaan. Hakikat
ialah realitas, realitas ialah kerealan, real artinya kenyataan yang
sebenarnya, jadi hakikat adalah kenyataan yang sebenarnya, keadaan sebenarnya
sesuatu, bukan keadaan sementara atau keadaan yang menipu, bukan keadaan yang
meberubah.Ontologi menyelidiki sifat dasar dari apa yang nyata secara
fundamental dan cara yang berbeda dimana entitas (wujud) dari kategori-kategori
yang logis yang berlainan (objek-objek fisik, hal universal, abstraksi) dapat
dikatakan ada dalam rangka tradisional. ontologi dianggap sebagai teori
mengenai prinsip-prinsip umum dari hal ada, sedangkan dalam hal pemakaianya
akhir-akhir ini ontologi dipandang sebagai teori mengenai apa yang ada. Pengertian
Ontologi Menurut Para Ahli :
1. Aristoteles
Menurut Aristoteles bahwa pengertian ontologi ini
merupakan suatu pembahasan mengenai hal ada sebagai hal ada (hal ada sebagai
demikian) mengalami perubahan dalam, sehubungan objeknya.
2. The Liang Gie
Menurut The Liang Gie, bahwa definisi ontologi ialah
suatu bagian dari filsafa dasar yang mengungkapkan tentang makna dari sebuah eksisten yang pembahasannya
itu terdiri dari:
·
Apakah
artinya ada, hal ada?
·
Apakah
golongan-golongan dari hal yang ada?
·
Apakah
sifat dasar kenyataan dan hal ada?
3. Ensiklopedia Britannica
Menurut Ontologi dalam Ensiklopedi Britannica berangkat
dari Aristoteles, menyatakan bahwa pengertian Ontologi ini merupakan teori atau
studi mengenai being atau wujud misalnya karakteristik dasar terhadap suatu
realitas. Ontologi persamaan dari metafisika yaitu , studi filosofis untuk
menentukan sifat nyata yang asli (real nature) terhadap suatu benda dalam
menentukan suatu arti, struktur serta juga prinsip benda tersebut.
4. Bakhtiar
Menurut Bakhtiar bahwa pengertian ontologi ini merupakan
suatu ilmu yang membahas mengenai hakikat yang ada, sebagai suatu ultimate
reality baik yang mempunyai bentuk jasmani atau konkret ataupun mengenai rohani
ataupun abstrak.
Aliran-aliran dalam Ontologi
Aliran
- aliran dalam ontologi terbagi menjadi 5 yaitu sbb:
a. Aliran
monoisme
Aliran
ini berpendapat bahwasannya segala hakikat berasal dari satu kenyataan saja,
aliran ini juga tidak mempercayai adanya suatu kenyataan yang melebihi satu.
Aliran terbagi menjadi dua yakni :
1) materialisme
Materialisme
berpendapat Bahwa hakikat benda disini adalah materi, benda itu sendiri,seperti
rohani,jiwa spirit ini termasuk dalam materialisme.
2) idealisme
Adalah
aliran yang berkonteks pada spritual dan ideal, sehingga pada aliran ini
berpendapat bahwasanya jiwa atau jasmani itu hanyalah penjelmaan dari sebuah
roh itu sendiri
b. Dualisme
Merupakan
suatu aliran yang memiliki pendapat untuk menyatukan Dua aliran yang berbeda
yakni materialisme dan idealisme, pada hal ini
aliran ini berpendapat bahwa adanya perbedaan kedudukan antara ruh dan
jiwa mereka tidak saling berkaitan, mereka terbentuk dengan sendirinya tanpa ada
pengaruh dari salah satunya.
c. Pluralisme
Plural
yang memiliki arti banyak sehingga dapat
diartikan bahwa bermacam-macam bentuk itu kenyataan. Kenyataan disini ialah
kenyataan yang disusun oleh unsur lebih dari satu.
d. Aliran Nikhilisme
Aliran
ini menyatakan bahwa Duni itu terbuka
untuk kebebasan dan segala kreativitas manusia.
Dalam pandangan nikhilisme, Tuhan sendiri itu sudah mati. Jadi, manusia
bebas dalam melakukan segala kreativitasnya.
e. Aliran
Agnotisisme
Aliran
ini berpaham yang terletak pada teisme dan ateisme. Mereka ini antara punya
Tuhan dan tidak. Mereka menganggap bahwa manusia tidak mampu mengetahui akan
adanya tuhan. Mereka berpendapat bahwa manusia tidak dapat mengetahui hakikat
suatu benda.
Aspek-aspek Ontologi
Aspek
ontologi ilmu pengetahuan tertentu hendaknya diuraikan/ditelaah secara :
a) Metodis;
Menggunakan cara ilmiah
b) Sistematis;
Saling berkaitan satu sama lain secara teratur dalam suatu keseluruhan
c) Koheren;
Unsur-unsurnya harus bertautan,tidak boleh mengandung uraian yang bertentangan
d) Rasional;
Harus berdasar pada kaidah berfikir yang benar (logis)
e) Komprehensif;
Melihat obyek tidak hanya dari satu sisi/sudut pandang, melainkan secara multidimensional
– atau secara keseluruhan (holistik)
f) Radikal;
Diuraikan sampai akar persoalannya, atau esensinya
g) Universal;
Muatan kebenarannya sampai tingkat umum yang berlaku di mana saja.
Manfaat Ontologi
·
Pertama
: berfungsi sebagai refleksi kritis atas objek atau bidang garapan,
konsep-konsep, asumsi-asumsi dan postulat-postulat ilmu. Di antara asumsi dasar
keilmuan antara lain: 1. Dunia ini ada,
dan kita dapat mengetahui bahwa dunia ini benar-benar ada. Dunia empiris itu
dapat diketahui oleh manusia dengan pancaindera. 3. Fenomena yang terdapat di di dunia ini
berhubungan satu dengan lainnya secara kausal.
·
Kedua:
Ontologi membantu ilmu untuk menyusun suatu pandangan dunia yang integral,
komphrehensif dan koheren. Ilmu dengan ciri khasnya mengkaji hal-hal yang
khusus untuk dikaji secara tuntas yang pada akhirnya diharapkan dapat
memperoleh gambaran tentang objek telaahannya, namun pada kenyataannya kadang
hasil temuan ilmiah berhenti pada simpulan-simpulan yang parsial dan
terpisah-pisah. Jika terjadi seperti itu, ilmuwan berarti tidak mampu
mengintegrasikan pengetahuan tersebut dengan pengetahuan lain.
·
Ketiga:
Ontologi memberikan masukan informasi untuk mengatasi permasalahan yang tidak
mampu dipecahkan oleh ilmu-ilmu khusus. Pembagian objek kajian ilmu yang satu
dengan lainnya kadang menimbulkan berbagai permasalahan, di antaranya ada
kemungkinan terjadinya konflik perebutan bidang kajian, misalnya ilmu bioetika
itu masuk disiplin etika atau disiplin biologi. Kemungkinan lain adalah justru
terbukanya bidang kajian yang sama sekali belum dikaji oleh ilmu apa pun. Dalam
hal ini ontologi berfungsi membantu memetakan batas-batas kajian ilmu.
Opini
Ontologi itu adalah salah satu dimensi ilmu yang bisa kita kepoin(filsafat ilmu) dan membicarakan hakikat yang ada atau diyakini ada (inti) dan dapat kita pelajari lebih lanjut.

Comments
Post a Comment