Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan di dunia islam
Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan di
dunia islam
A.
Perkembangan ilmu pada masa
islam klasik.
Sejak awal
islam, kajian-kajian dalam bidang teologi sudah berkembang, meskipun masih
berbentuk embrio. Embrio inilah yang pada masa kemudian menemukan bentuknya
yang lebih sistematis dalam kajian-kajian teologis dalam islam. Dapat kita ketahui bahwasanya
pada awal islam dipengaruhi hellenisme gan juga filsafat Yunani terhadap
tradisi keilmuan, islam sudah sedemikian kental, sehingga pada saat selanjutnya
pengaruh itu pun terus mewarnai perkembangan ilmu pada masa-masa berikutnya.
B.
Perkembangan ilmu pada masa
kejayaan islam.
Transformasi
ilmu dari dunia islam ke barat. Terjadinya transformasi kebudayaan dan
khususnya ilmu dari dunia islam ke barat disebabkan paling tidak oleh dua
alasan, pertama, kontak pribadi, terjadinya kontak pribadi ini juga disebabkan
karena Byzantium secara geografis berdekatan dengan dunia islam. Alasan kedua,
adanya kegiatan penerjemah. Tidak dipungkiri kebudayaan islamlah yang mendorong
orang-orang latin melakukan penerjemah, setelah itu mengenal sebagai khazanah
kebudayaan islam mereka lalu memperkaya pengetahuan mereka tentangnya
C.
Masa keruntuhan tradisi
keilmuan dalam islam.
Abad
ke-18 dalam sejarah islam adalah abad yang paling menyedihkan bagi umat islam
dan memperoleh catatan buruk bagi peradapan islam.salah satu penyebab utama
kematian semangat ilmiah di kalangan umat islam adalah diterimanya paham Yunani
mengenai realitas yang pada pokoknya bersifat statis, sementara jiwa islam
adalah dinamis dan berkembang
D.
Perkembangan ilmu pengetahuan
pada masa Rasulallah Saw.
Pada masa Rosulullah,
ilmu pengetahuan lebih banyak berkembang dibidang ilmu-ilmu pokok tentang agama
(ushuludin), dan ilmu akhlak (moral). Akan tetapi ilmu-ilmu lainnya tetap
berkembang walaupun tidak sepesat ilmu agama dan akhlak. Saat itu pun mulai
terjadi proses pengkajian ilmu yang lebih sistematis, diantaranya dasar-dasar ilmu
tafsir yang dikembangkan oleh para sahabat Rosulullah. Demikian
pula dengan masalah ilmu pengetahuan perhatian rosul sangat besar. Rosulullah
SAW memberi contoh revolusioner bagaimana seharusnya mengembangkan ilmu.
Diantara gerakan yang dilakukan Rosulullah SAW adalah dengan menggiatkan budaya
membaca, yang merupakan pencanangan dan pemberantasan buta huruf, suatu
tindakan awal yang membebaskan manusia dari ketidaktahuan. Membaca
merupakan pintu bagi pengembangan ilmu. Rosulullah SAW juga memerintahkan
kepada para sahabatnya untuk menghafal ayat-ayat al-Qur’an. Dengan cara ini
dapat menjaga kemurnian juga media memahami ayat-ayat al-Qur’an dan membuat
tradisi menulis/mencatat wahyu pada kulit, tulang, pelapah kurma dan lain-lain.
Dengan semangat itulah, maka terbangun jiwa umat islam untuik tidak hanya
beriman tetapi juga berilmu, sehingga nantinya lahir sarjana-sarjana islam yang
ahli dibidangnya.
E.
Perkembangan ilmu pengetahuan
pada masa khulafaurrasyidin.
Pada masa ini, perkembangan ilmu pengetahuan terpusat pada usaha
untuk memahami Al-Qur’an dan Hadist Nabi, untuk memperdalam pengajaran akidah,
akhlak, ibadah, mu’amalah dan kisah-kisah dalam Al-Qur’an. Akan tetapi yang
perlu dicatat bahwa, pada masa ini telah ditanamkan budaya tulis dan baca.
Dengan budaya baca tulis, maka lahirlah orang pandai dari para sahabat rosul,
diantaranya Umar bin Khatab yang mempunyai keahlian dibidang hukum dan jenius
pada ilmu pengetahuan, Ali bin Khatab yang mempunyai keahlian dibidang hukum
dan tafsir.
F.
Ilmu pengetahuan pada masa Dinasti
Umayyah.
Berikut
perkembangan ilmu pengetahuan pada masa dinasti Umayyah :
1.
Ilmu-ilmu
agama
Dengan
banyaknya sahabat yang mengembara maka bermunculan pusat-pusat kajian islam
seperti madrasah-madrasah di berbagai pelosok negeri , kajian itu bersumber
pada Al-Qur’an, Hadist dan Fikih. Diantara ilmu-ilmu agama yang terpenting
adalah ilmu Al-Qira’at ( ilmu seni membaca Al-Qur’an) yang dianggap sebagai
dasar utama bagi perkembangan ilmu tafsir dimasa berikutnya.
2.
Ilmu
Bahasa
Meskipun
Bahasa arab di masa pra-islam (jahiliyah) sebagian besar adalah ummi (tidak
dapat membaca dan menulis), namun Bahasa mereka sangat fasih, Bahasa Arab
merupakan Bahasa di mana Al-Qur’an diturunkan kepada rosulullah saw melalui
malaikat Jibril as. Pada masa pra-islam sangat dipengaruhi perkembangan
perubahan kehidupan intelektual, politik, dan agama. Perubahan itu tampak jelas
dalam tujuan, pengertian dan cara pengungkapannya. Tujuan Bahasa arab pada masa
jahiliyah merupakan gambaran kehidupan badui (pendalaman) yang membangkitkan
permusuhan, setelah penaklukan yang berhasil, Bahasa arab mulai bercampur
dengan Bahasa local yang sudah ada, di Syam Bahasa arab mulai bercampur dengan
Bahasa romawi.
3. Ilmu sejarah
Munculnya ilmu sejarah ini dikarenakan adaya kajian tentang sirah nabawiyah atau perjalanan hidup nabi Muhammad saw, berita peperangan yang dialami beliau berserta sahabat, dan berita hijrahnya para sahabat dan Rosulullah saw baik yang ke habasyah maupun ke Yatsrib.
G.
Perkembangan ilmu pengetahuan
pada masa Dinasti Abbasiyah.
.
Adapun bidang-bidang ilmu pengetahuan yang dikembangkan diantaranya:
1. Filsafat
Proses
penerjemahan yang dilakukan umat isla pada masa pemerintahan dinasti abbasiyah
mengalami kemajuan yang cukup besar. Para penerjemah saat itu tidak hanya
menerjemahkan ilmu pengetauan dan peradaban bangsa-bangsa Yunani, Romawi,
Persia, India, Assyiria saja, juga mencoba mentransfernya ke dalam bentuk
pemikiran. Proses ini disebut dengan istilah “Hellenisasi”. Diantara tokoh yang
memberikan andil cukup penting di dalam perkembangan ilmu dan filsafat islam
diantaranya: Al-Kindi, Abu-Nasr al-Faraby, Ibnu sina, Ibnu Bajjah, Ibnu
Thufail, Al-Ghazali, Ibnu Rusyd.
2. Ilmu kalam
Akulturasi budaya yang disebabkan oleh mengglobalnya
islam sebagai agama peradaban, menimbulkan tantangan baru bagi para ulama. Kaum
Mu’tazilah (rasionalis muslim) adalah pembela gigih terhadap serangan Yahudi,
Nasrani dan Wasani, karena itu golongan Mu’tazilah memberi andil besar dalam
menciptakan ilmu kalam. Diantar pelopor ilmu kalam terbesar yaitu: Wasbil bin
Atha, Baqillani. Asyary, Ghazali, Sajastani, dan lain-lain.
3. Ilmu Kedokteran
Ilmu kedokteran ini adalah ilmu yang sangat pesat saat
dinasti abbasiyah. Pada masa itu
didirikan apotek terbesar yang pertama di dunia, yaitu tempat menjual obat.
Disamping itu juga didirikan sekolah farmasi. Sekolah kedokteran juga
dilengkapi dengan rumah sakit sehingga menjadi lembaga yang menggabungkan usaha
penyembuhan dengan pengajaran obat-obatan, farmokologi, dan bidang yang terkait
lainnya.
4. Ilmu Kimia
Ilmu kimia juga termasuk ilmu yang dikembangkan kaum
muslim. Dalam bidang ini mereka memperkenalkan eksperimen obyektif, hal ini
merupakan suatu perbaikan yang tegas dari cara spekulasi yang ragu-ragu dari
Yunani.
5. Matematika
Diantara ilmu lain yang dikembangkan oleh dinasti
abbasiyah terdapat juga matematika atau ilmu hisab. Ilmu ini berkembang karena
kebutuhan dasar pemerintah untuk menentukan waktu yang tepat dalam setip
pembangunan.
6. Sejarah
Dalam perkembangan awal, para ilmuwan tidak hanya
menjadikan hadist berupa perkataan dan perbuatan Nabi Muhammad Saw. Dalam
menentukan suatu hukum, juga kronologis atau rangkaian peristiwa tertentu. Dari
sinilah lahir karya besar yang ditulis oleh para sejarawan.
7. Ilmu Bumi
Dalam tradisi islam ilmu bumi tidak dapat dipisahkan
dengan astronomi. Ahli ilmu bumi pertama dalam sejarah islam adalah Hisyam
al-kalbi, yag termasyhurpada abad ke-9 M. Khususnya dalam studinya mengenai
kawasan Arab.
8. Astronomi
Tokoh Astronomi islam pertama adalah Muhammad al-Fazani.
Ia mengoreksi tabel yang ada berdasarkan teks astronomi India shiddanta yang
ditulis oleh Brahmanagupta. Kitab ini adalah rujukan pertama hingga masa
Khalfah al-Makmun.
H.
Kemajuan Ilmu Pengetahuan
Islam di Dunia.
Dalam perspektif sejarah, ilmu-ilmu keislaman mengalami pasang surut.
Suatu ketika mengalami kejayaan dan disaat yang lain mengami kemunduran. Pada
masa kejayaan atau keemasan, sejarah politik dunia islam biasanya dipetakan
menjadi tiga periode, yaitu: periode klasik, periode pertengahan, periode
modern. Dari ketiga periode tersebut yang dikenal sebagai masa kejayaan islam
adalah periode klasik yang diantaranya ditandai dengan etos keilmuan yang
sangat tinggi yang ditunjukan dengan pesatnya pekembangan ilmu pengetahuan di
berbagai bidang kehidupan. Akselerasi perkembangan ilmu pengetahuan di dunia
islam sangat tampak setelah masuknya gelombang hellenisme melalui gerakan
penerjemah ilmu-ilmu pengetahuan Yunani ke dalam bahasa Arab yang dipelopori
khalifah Harn al-Rasyid dan mencapai puncaknya pada masa khalifah al-Makmun. Tidak
lama kemudian muncullah di kalangan umat islam para filosof dan ilmuwan yang
ahli dalam berbgai disiplin ilmu pengetahuan.
Contohnya dalam ilmu kedokteran Ibnu Sina, dalam filsafat al-Kindi,
dalam bidang ilmu pasti dan ilmu pengetahuan alam muncul al-Khawarizmi.
Perkembangan dalam ilmu hukum ditandai dengan adanya empat madzhab diantaranya:
Abu Hanifah, Ibnu Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Hambal. Dalam bidang hadist
muncul sejumlah ulama terkemuka yaitu: Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, Abu Dawud,
al-Tirmidzi, an-Nasa’i. Dalam bidang teoloi muncul ulama semacam: Abu
al-Hudzali, al-Allaf, Abu al-Hasan, dan lain-lain.
Comments
Post a Comment